Arsip mwmag  [Up]© 2002 PT Masterweb Media

Badai Akusisi Melanda Bisnis Web Hosting

Awal Mei 2002, dunia web hosting dikejutkan dengan kabar diakusisinya Dialtone Internet oleh Interland. Mengapa mengejutkan? Sebab sejauh ini Dialtone dikenal sebagai sebuah perusahaan web hosting yang berkembang pesat dan populer, sementara di sisi lain Interland justru kurang dikenal dikalangan pengguna dan pebisnis layanan web hosting.

Makanya tak heran kalau pencaplokan itu sempat menimbulkan kekuatiran dari sejumlah pelanggan Dialtone yang berasal dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

“Payah juga nih. Perusahaan Internet dengan reputasi di atas rata-rata dibeli oleh perusahaan Internet dengan reputasi di bawah rata-rata. Padahal kelihatannya 1–2 tahun lagi Dialtone bisa lebih gede daripada Interland,” ujar Priyadi Iman Nurcahyo dari IndoGlobal.com dalam postingnya di milis diskusihosting@yahoogroups.com.

Bisa jadi web hosting asal Atlanta itu tergiur memiliki Dialtone karena melihat pangsa pasarnya yang selama ini tergolong cukup besar di pasar dedicated web hosting.

“Kami ingin menggunakannya sebagai platform pembuka untuk meningkatkan fokus kami di wilayah dedicated. Kami percaya pasar dedicated akan terus berkembang sangat cepat,” ujar Joel Kocher, CEO Interland seperti dikutip The WHIR, www.thewhir.com/marketwatch/int050702.cfm.

Sedikit melihat sepak terjang Interland selama ini, ternyata bukan hanya Dialtone saja yang telah dicaplok oleh perusahaan yang berkode INLD di bursa saham Nasdaq itu. Berdasarkan press release di situs Webnya www.interland.com/newsroom/pressreleases/dialtone.asp terlihat bahwa dalam 6 bulan belakangan ini mereka telah duluan mengambilalih CommuniTech.Net dan divisi hosting milik Interliant dan AT&T. Dan gilanya, mereka masih bernafsu untuk mengakuisi web hosting lain di masa mendatang. “Kami barusan mulai,” kata Kocher.

Gelombang akusisi juga menerpa WeinBar Communications (dedicated dan colo web hosting) dan PalmVersa Communications (shared web hosting). Kali yang jadi tukang caplok bukan lagi Interland. PalmVersa diakuisisi oleh sebuah web hosting asal Arizona yang juga pengembang HostGui yaitu JaguarPC sekitar akhir Januari 2002. Dua bulan kemudian, menyusul Weinbar yang diambil alih oleh Deru Internet gara-gara jatuh bangkrut.

Sementara dari dalam negeri sempat pula tersiar kabar mengenai pengambilalihan hampir semua klien dari salah satu perusahaan web desain dan hosting (berinisial AI) oleh web hosting lain (EJ) yang sama-sama bermarkas di Surabaya. Uniknya, seperti yang diposting Herjanto Dharsono di milis diskusihosting@yahoogroups.com, EJ yang menanggung beban operasional server klien AI sampai kontrak habis tanpa memperoleh kompensasi apapun. Keuntungan baru bisa diraih EJ jika para klien itu melanjutkan kontrak account web hosting mereka.

Hayo, siapa menyusul? (ben)

BurstNET Terjun ke Pasar Web Hosting Murah lewat NOCSTER

Keramaian yang terjadi di pasar web hosting kelas menengah ke bawah rupanya telah membuat pelaku kelas yang selama ini berkutat di kelas di atasnya menjadi tergiur ikut bermain. Salah satunya adalah BurstNET yang masuk ke pasar itu dengan meluncurkan NOCSTER (www.nocster.net) pada 1 Juni 2002. Agak mengagetkan memang melihat langkah perusahaan yang sudah ada sejak 1996 itu. Oleh BurstNET, NOCSTER diposisikan sebagai “a new low-cost, high bandwidth allotted, managed services division” sebagaimana disebutkan dalam press rilisnya, www.burst.net/news/051502-1.shtml, tanggal 15 Mei 2002.

Memang nampaknya NOCSTER dijadikan ujung tombak untuk menggebrak web hosting kelas menengah ke bawah dengan mengusung harga murah dan fitur komplit. Untuk dedicated server misalnya, dengan hanya $99,95 per bulan pelanggannya sudah bisa dapat Celeron 1 Ghz, 60 GB hard drive, 512 MB RAM, 5 alamat IP, dan bandwith 300 GB yang diinstal Red Hat Linux 7.3. Biaya sewa Cpanel dan Web Host Manager (WHM) yang biasanya sekitar $99 per bulan, dipotong habis hingga cuma $19,95 saja. Bandingkan dengan harga yang ditawarkan BurstNET selama ini. Cuma kantong bakal jadi terkuras agak dalam dengan biaya setupnya yang besarnya $299.95 itu.

Bagi yang berminat jadi reseller, tersedia paket yang murah meriah mulai $29 per bulan dengan disk space 1–5 GB dan bandwith 20–100 GB yang sudah dilengkapi Cpanel dan WHM sehingga bebas mengatur klien masing-masing. Sayangnya, tetap ada saja biaya setup yang kali ini besarnya $25.

NOCSTER juga menawarkan layanan shared hosting sebagai pelengkap. Kelebihannya, selain harga yang cukup murah, juga ada pada bandwith yang diobral begitu saja. Sebagai contoh, untuk paket 50 MB yang biayanya sekitar $8 per bulan, bandwith yang diberikan besarnya 10 GB. Padahal kalau menengok web hosting di Indonesia, biasanya bandwith sebesar itu baru diberikan untuk paket 100 MB ke atas.

Selain harga, ada perbedaan lain antara BurstNET dan NOCSTER. Yaitu soal koneksi jaringan yang digunakan. NOCSTER hanya memanfaatkan Qwest dan Cogent Communications saja. Sedangkan BurstNET, di samping dua jaringan itu juga melewati Sprint, AT&T, dan MCI/Worldcom. Namanya juga paket murah… (ben)

Iklan Olahraga ala Web Hosting

Persaingan bisnis web hosting boleh makin ketat, tapi ide kreatif berpromosi tidak boleh seret. Prinsip itulah yang mungkin dipegang oleh Voxtreme.net, perusahaan web hosting yang bermarkas di Dublin, Irlandia. Lihat saja bagaimana peristiwa World Cup 2002 dijadikan sumber inspirasi dalam isi iklan mereka yang diposting di situs web WebHostingTalk, www.webhostingtalk.com/showthread.php?s=&threadid=52933 sejak awal Juni 2002. Dalam isi iklan itu, antara lain, disebutkan untuk yang mendaftar 24 jam sebelum kick off Jerman vs Irlandia maka setiap gol yang dicetak Jerman akan membuahkan bonus disk space 100 Mb. Sedangkan untuk Irlandia, golnya ditukar masing-masing dengan bandwith sebesar 1 Gb!

Selain pertandingan yang akhirnya berakhir seri itu, masih ada 4 pertandingan lain yang hasilnya jadi patokan. Yaitu, Argentina vs Inggris, Kamerun vs Jerman, Arab Saudi vs Irlandia, dan Nigeria vs Inggris. Memang tidak semua jadual tarung bola sejagad itu dimanfaatkan buat pemberian bonus. Besarnya juga berbeda-beda, terutama untuk bandwith yang berkisar 1–2 Gb.

Lain lagi dengan yang dilakukan oleh sebuah web hosting baru bernama APEXware. Perusahaan asal Texas itu memilih ajang NBA Finals 2002 sebagai patokan bahan promosinya. Menurut isi iklan yang diposting di www.webhostingtalk.com/showthread.php?s=&threadid=53267, bagi pelanggan yang mendaftar paling lambat sebelum jadual pertarungan final berlangsung bisa meraih sejumlah bonus berdasarkan hasil duel tim Los Angeles Lakers dan New Jersey Nets yang harus bertemu 7 kali di final tahun ini. Tiap pertandingan yang dimenangkan LA Lakers ada bonus disk space 25 Mb sedangkan buat kemenangan NJ Nets besarnya 50 Mb per pertandingan. Sementara jika yang keluar sebagai juara NBA Finals 2002 adalah NJ Nets, para pelanggannya bisa hosting gratis 6 bulan. Sebaliknya kalau LA Lakers yang menang cukup 3 bulan saja hosting gratisnya. Lumayan bukan? Sambil nonton dapat bonus hosting.

Bagaimana dengan web hosting di Indonesia? Kalau mau, ada Liga Indonesia atau Gelar Tinju Profesional yang bisa dimanfaatkan. Atau mau pakai hasil togel? (ben)

Arsip mwmag  [Up]www.master.web.id/mwmag