| Arsip mwmag | [Up] | © 2002 PT Masterweb Media |
Trauma atas penghentian layanan POP3 gratis dari Yahoo! rupanya masih melekat dalam benak pengguna Internet pada umumnya. Hal itu terlihat ketika Hotmail, salah satu penyedia e-mail gratis lainnya, mengumumkan bahwa mulai 16 Juli 2002 akan adanya pemberlakuan tarif atas salah satu fiturnya bernama POP Mail Retrieval. Tiba-tiba seluruh Internet menjadi panik lagi seperti dulu. Milis-milis jadi ramai membicarakan soal itu. Bahkan salah satu majalah lokal waralaba ikut memberitakan tidak hanya soal POP3-nya saja yang tidak gratis lagi, tetapi juga email account di Hotmail.
Jika memang layanan POP yang dimaksud itu adalah mengambil email dari Hotmail dengan menggunakan software macam Outlook Express, apa benar memang untuk menikmati layanan itu harus membayar $19.95 setahun? Mau tahu jawabannya? Tidak!
Ternyata ada semacam salah paham mengenai pengumuman itu. Sebenarnya yang dimaksud dengan layanan POP Mail Retrieval adalah layanan untuk menyedot email dari POP3 account di tempat lain ke dalam account kita di Hotmail sehingga tidak perlu repot bolak-balik sana sini. Inilah layanan yang akan dikenakan biaya itu.
Perubahan itu hanya terjadi atas layanan menerima dari email lain melalui account Hotmail Anda menjadi layanan berbayar, jelas Joyzel dari MSN Hotmail Support ketika dikonfirmasi mwmag soal berita itu.
Hotmail.com sendiri sebenarnya selama ini tidak menyediakan layanan POP3 yang umum seperti yang ditawarkan oleh Yahoo.com. Meskipun begitu para penggunanya bisa membaca email yang diterima secara offline seperti layaknya layanan POP3. Hanya bedanya, protokol yang digunakan adalah HTTP dan fasilitas ini hanya didukung oleh sesama produk Microsoft, yaitu beberapa versi MS Outlook. Dan fasilitas ini masih tetap akan gratis seperti biasa.
Anda masih bisa mengakses account Hotmail Anda dengan Outlook Express secara gratis. Semoga ini bisa mengklarifikasi berita itu, tegas Joyzel.
So, siapa bilang Hotmail tidak gratis lagi? (ben)
Sekarang ini jangan main-main dengan iklan Internet. Salah sedikit bisa-bisa harus berurusan dengan pengadilan. Seperti yang dialami Gator. Akhir Juni 2002 lalu, perusahaan asal Redwood City, California itu diajukan ke pengadilan oleh 10 perusahaan media kelas kakap macam The Washington Post, USA Today, The Wall Street Journal, The New York Times, dan Dow Jones.
Menurut berkas tuntutan yang dimasukkan ke Pengadilan Distrik Amerika di Alexandria, Virginia itu, Gator disebut sebagai parasit di Web yang menunggangi konten orang lain. Singkatnya, Gator dituduh menjual iklan atas sejumlah situs web tanpa izin dan mengantongi sendiri hasil penjualan iklan itu.
Gator selama ini dikenal sebagai software penampung username dan password yang bisa otomatis mengisi formulir login agar para pengguna Internet tidak repot bolak-balik. Biasanya softwarenya itu dipaketkan bareng software-software file sharing macam KazaA dan AudioGalaxy. Jeleknya si Gator ini suka main paksa harus ikut diinstal tanpa ada pilihan lain. Nah, rupanya di dalamnya masih ada software bawaan lain bernama OfferCompanion yang berfungsi memata-matai aktivitas surfing dan suatu ketika bakal memunculkan iklan pop up yang berkaitan ke hadapan pengguna. Misalnya, si pengguna bakal melihat iklan AMDyang dikirim oleh Gatorketika mengunjungi situs web Intel.com.
Sisi buruk lain dari iklan pop up ala Gator itu adalah semuanya berjalan otomatis dan tidak terkontrol. Maka akan jadi mengganggu sekali jika misalnya, Ketika membaca soal tragedi 11 September 2001, tiba-tiba muncul iklan pop up dari Gator soal sekolah penerbangan, ujar Terence Ross, Jaksa yang menangani kasus itu.
Menanggapi tuntutan itu, pihak Gator nampaknya tenang-tenang saja karena tidak merasa bersalah. Menurut CEO Gator, Jeff McFadden, iklan pop upnya itu tidak jauh beda dengan apa yang nongol dalam window baru ketika mengecek email atau menjalankan instant messenger.
Sebenarnya sebelum diseret pengadilan, tahun lalu Gator sudah pernah mendapat teguran dari Interactive Advertising Bureau (IAB) dan L.L. Bean berkaitan dengan iklan pop upnya itu. Tapi tetap saja perusahaan berlogo kepala buaya itu membandel. Dasar air mata buaya! (ben)
Google, Yahoo! Finance, dan The Onion adalah 3 nama yang kembali berkibar di The 6th Annual Webby Awards yang diselenggarakan di California Palace of the Legion of Honor, San Fransisco pada 19 Juni 2002 lalu. Mengulang sukses tahun sebelumnya, masing-masing nama tadi meraih lagi penghargaan untuk kategori Best Practices, Finance, dan Humor tahun ini.
Sementara untuk kategori lain muncul nama-nama seperti Amazon (kategori Commerce), BBC News (News), Salon.com (Print and Zines), evite (Services), BeliefNet (Spirituality), dan ESPN.com (Sports). Daftar seluruh pemenang dari seluruh kategori lengkap dengan nominator lainnya, bisa dilihat di www.webbyawards.com/main/webby_awards/nominees.html.
Asal tahu saja, mulai tahun ini, pihak Webby Awards menambah tiga kategori baru di samping 30 kategori yang telah ada. Yaitu, Rising Star, Top US Property, dan Top Global Property. Rada-rada aneh ya namanya. Makanya agak bingung juga lihat Emode, AOL, dan Yahoo! yang terpilih berkuasa atas kategori-kategori baru itu.
Yang menarik, sebagai bagian dari tradisi, setiap pemenang diharuskan memberikan komentar tidak lebih dari lima kata, www.webbyawards.com/main/press/speeches.html. Seperti teenwire.com, pemenang kategori Heath yang berkata Sex is complicatedwere easy., atau Airport security should love this! yang dilontarkan wakil dari The Onion, peraih piala kategori Humor.
Buat yang belum kenal, Webby Awards adalah acara tahunan penganugrahan piala penghargaan yang cukup bergengsi untuk situs-situs web terbaik seluruh dunia yang terbagi dalam berbagai kategori. Malah ada yang menyebutnya sebagai Oscar-nya orang-orang web. Tahun ini para peserta tidak hanya dari Amerika dan sekitarnya saja, namun ada juga yang asal Denmark, Israel, Afrika, dan Irlandia. Total negara yang terdaftar ada 36 negara.
Jurinya sendiri terdiri dari anggota The International Academy of Digital Arts and Sciences yang di dalamnya banyak orang top macam David Bowie, Beck, Lynda Weinman (Lynda.com), Anita Roddick (The Body Shop), Matt Groening (pencipta The Simpsons), dan Timothy Donahue (CoolHomepages.com).
Tertarik ikutan? Kebetulan pendaftaran untuk tahun 2003 sudah dibuka. Silahkan daftarin situs web Anda di www.webbyawards.com/main/submit/index.html. Jangan lupa siapkan pula sejumlah uang yang berkisar antara $85$150 sebagai uang pendaftaran. Sori, memang untuk ikutan ajang itu tidak gratis. Ya, anggap saja hitung-hitung ikut undian piala. (ben)
Bulan Juli ini, M-Web Indonesia memecat 40% karyawan portal-portalnya. Seperti kita ketahui, di tubuh anak perusahaan MIH Limited, Afrika Selatan, ini bercokol portal-portal terbeken dan terbesar di Indonesia, mulai dari satunet.com, astaga.com, dan kafegaul.com. Kecuali detikcom tentunya, yang pernah dicoba namun gagal diakuisisi M-Web.
Memang sudah aku perkirakan akan begini jadinya, bahkan sejak masuk dua tahun lebih yang lalu, ujar salah seorang mantan desainer dan programer Satunet yang kali ini terkena layoff. Bisnis portal Satunet/Astaga/M-Web memang tidak pernah menghasilkan uang, apalagi menguntungkan.
Kalau restrukturisasi tahun lalu banyak memakan korban wartawan atau editor konten, kini lagi-lagi seksi konten tersebut yang dibersihkan habis-habisan. Sementara desainer dan programer, menurut salah satu bocoran, kali ini rata-rata selamat berhubung diperlukannya mereka untuk sebuah proyek (nonportal). Dari 107 karyawan yang sebelumnya tersisa, total 44 diberi pesangon dan dipersilakan keluar dari perusahaan. Sementara portal-portal yang ada akan dilebur dan dikecilkan jumlah timnya. Satunet dan Kafegaul misalnya, kini akan diselipkan di bawah Astaga. mweb.co.idportal bernama domain korporat yang selama setahun terakhir terus dicoba dinaikkan brandnyajuga kemungkinan akan bernasib sama, karena hanya akan ada beberapa merek saja yang dipertahankan.
Keputusan restrukturisasi ini kabarnya langsung dijatuhkan dari pusat. Mungkin MIH sudah merasa waktunya menarik atau mengecilkan kucuran dana untuk bisnis yang gagal, dan menghemat uang yang ada untuk bisnis-bisnis lain yang masih berpotensi seperti wireless dan ISP.
Berarti tahun ini ditandai lagi dengan rubuhnya beberapa situs portal dotcom yang tersisa. Tahun 2000 dan 2001 menjadi saksi paling banyaknya situs dotcom yang ambruk, bubar, atau tahu-tahu sudah lenyap. Bagaimana dengan M-Web sendiri? Ternyata lewat restrukturisanya, M-Web masih yakin akan profit tahun 2004. Kita saksikan saja bagaimana perkembangannya nanti. Yang jelas, di Indonesia, nampaknya uang sudah tidak bisa lagi datang dari portal. (sh)
| Arsip mwmag | [Up] | www.master.web.id/mwmag |